Peningkatan Kapasitas Kelompok Peternakan


Untuk  mewujudkan pencapaian NTB BSS atau swasembada daging sapi, tidak bisa hanya melalui pendekatan teknis pada ternaknya tetapi harus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia yaitu pelaku utama peternakan melalui kelembagaan kelompok peternak.
a.   Kelembagaan kelompok
Keberadaan kelembagaan kelompok peternak sangat penting, sehingga lebih mudah diorganisir dalam proses pendampingan dan pembinaan peternak baik dari penyuluh maupun pihak lain yang ingin ikut berkontribusi membangun dunia peternak. Di samping itu keberadaan kelembagaan kelompok merupakan syarat untuk dapat mengakses bantuan permodalan dari pihak lain seperti bank. Hal penting dalam sebuah kelembagaan kelompok adalah tersusunnya dengan jelas struktur kelembagaan mulai dari ketua, sekretaris, ketua bidang dan anggota yang memiliki tanggung jawab, hak dan kewajiban masing-masing secara jelas. Susunan dan jumlah personil dalam kepengurusan kelembagaan kelompok disesuaikan dengan kebutuhan.
b.         Aturan dalam kelompok
Sebuah kelompok harus memiliki aturan yang disusun dan disepakati bersama melalui musyawarah semua anggota kelompok. Dalam aturan kelompok tersebut berisi tentang hak dan kewajiban bagi seluruh anggota, serta sanksi bagi bagi yang tidak menaati. masing masing kegiatan dalam kelompok dapat dibuatkan aturan agar setiap anggota dapat terlibat dengan aktif dalam kelompok. adanya aturan membuat kelompok memiliki pegangan dalam pengambilan keputusan dalam pengembangan kelompok. 
c.          Pengelolaan Kas Kelompok
            Agar usaha kelompok dapat terus berkembang maka kelompok peternak perlu memiliki kas kelompok. Kas kelompok dapat bersumber dari iuran anggota setiap bulan, keuntungan asset kelompok atau bantuan dari pihak lain. Pengelolaan kas kelompok harus disepakati bersama dalam musyawarah sehingga seluruh anggota merasa memiliki dan merasa bertanggungjawab terhadap perkembangan kas kelompok.
d.    Administrasi kelompok 
Pengadmnitrasian kegiatan kelompok merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mennunjukkan identitas dari lebaga tersebut. beberapa buku adminitrasi kelompok yang harus dimiliki oleh kelompok diantaranya : buku tamu, buda daftar anggota, buku inventaris barang, buku rapat, buku kas, buku tindakan medis ternak, buku data penjualan dan pembelian ternak dll. 

STRATEGI PENDAMPINGAN EFEKTIP
Strategi pencapaian melalui pendekatan tersebut diatas tidak akan banyak memberikan hasil bila tidak dilakukan pendampingan secara efektif. Yang kami maksud pendampingan efektip adalah proses pendampingan secara intensif dan terus menerus mulai dari proses penyadaran permasalahan yang dihadapi kelompok, potensi kelompok, strategi aplikasi solusi terhadap persoalan berdasarkan potensi yang dimiliki, proses perencanaan, proses menjalankan solusi hinga pada proses evaluasi dari solusi yang telah dijalankan apakah efektif menjawab persoalan atau belum optimal. Proses pendampingan adalah sebuah poses membangun swadaya kelompok agar mandiri. pendampingan yang ada dan dilakukan oleh petugas atau penyuluh untuk bidang peternakan masih sangat kurang. hal ini dikarenakan jumlah tenaga pendamping penyuluh peternakan yang masih terbatas dan masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah kelompok peternak yang ada. selain itu Dinas terkait masih kurang aktif dalam melibatkan penyuluh dalam proses pendampingan kelompok yang ada sehingga di lapangan masih ditemukan ke senjangan antara penyuluh dan kelompok jika dibandingkan dengan pendampingan penyuluh di kegiatan pertanian khususnya tanaman pangan. oleh itu sinergi antara dinas terkait dengan penyuluh harus segera dibangun guna mencapai tujuan NTB BSS dan Swasembada daging. beberapa jenis pendampingan yang dapat dilakukan diantaranya adalah : 
a Integritas Pendamping Integritas pendamping sangat berpengaruh dalam proses pendapingan karena hal itu akan menumbuhkan kepercayaan dari seluruh anggota.
b.  Mendampingi sepenuh hati
c.  Membangun penyadaran terhadap permasalahan dan potensi kelompok
d.  Membangun keyakinan
e.  Learning by doing
f. Belajar dari “Farmer to farmer”

g. Membentuk petani guru 

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes