Pembinaan Administrasi Kelompok Tani

0 komentar

Administrasi Kelompok Tani 

Dalam suatu organisasi, administrasi merupakan segenap rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan sekelompok orang yang ada dalam wadah organisasi untuk mencapai suatu tujuan. Administrasi erat kaitannya dengan manajemen, wadah organisasi itu sendiri maupun kepemimpinan yang menjalankan administrasi itu. Demikian juga dengan administrasi kelompoktani Sebuah organisasi kelompoktani yang kuat dan maju sudah sepatutnya mempunyai administrasi kelompok yang baik dan benar untuk menunjang semua aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tersebut.. Perangkat administrasi kelompoktani yang baik dan benar diperlukan sebagai bahan informasi bagi kelompok maupun pihak lain yang berkaitan dengan kelompok.Dalam perangkat administrasi dibedakan menjadi dua bagian pokok yaitu : administrasi kegiatan dan administrasi keuangan. Dalam administrasi kegiatan , segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok diluar urusan keuangan. Sedangkan administrasi keuangan , segala catatan yang khusus berkaitan dengan keuangan kelompok. Selain itu bagi kelompoktani yang sudah maju, diharapkan juga memiliki perangkat kelengkapan administrasi lainnya.beberapa contoh Admisitrasi Kelompok Tani/Ternak (POKTAN) dan atau GAPOKTAN.BUKU- BUKU KEUANGAN terdiri dari : Buku Kas, Buku Kas PembantuBUKU- BUKU NON KEUANGAN terdiri dari :Buku Tamu, Buku Inventaris, Buku Anggota, Buku Susunan Pengurus, Buku Notulen Rapat, Buku Agenda Surat, Buku Anjuran Instansi Lain

BUKU TAMU
NO.
HARI TANGGAL
NAMA
INSTANSI / ALAMAT
JABATAN
MAKSUD TUJUAN
KESAN / PESAN
TANDA TANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8

BUKU DAFTAR ANGGOTA
NO.
NAMA
TGL LAHIR / UMUR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
TGL. MASUK ANGGOTA
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8

BUKU SUSUNAN PENGURUS
PERIODE TAHUN ....... SAMPAI DENGAN .........
NO.
NAMA
TGL LAHIR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
JABATAN
TGL DIANGKAT
BERHENTI
TGL
ALASAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
BUKU NOTULEN RAPAT
NO.
HARI
/ TGL
TEMPAT
POKOK BAHASAN / AGENDA RAPAT
PESERTA
JML PESERTA
HASIL KESEPAKATAN
1
2
3
4
5
6
7
  
  
 
BUKU SARAN-SARAN ANGGOTA
NO.
TGL
NAMA ANGGOTA
ALAMAT
PEKERJAAN
SARAN-SARAN
TTD ANGGOTA
PENGURUS
TANGGAPAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9

BUKU DAFTAR HADIR
( ........JENIS KEGIATAN...........)

NO.
NAMA
ALAMAT
JABATAN
DI POKTAN
TANDA
TANGAN
1
2
3
4
5
  
  
 

BUKU AGENDA SURAT
S U R A T M A S U K
S U R A T K E L U A R
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT
PENGIRIM
PRIHAL
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT/TUJUAN
PRIHAL
BUKU EKSPEDISI
NO.
TGL PENGIRIMAN
NO SURAT
ALAMAT
PRIHAL
T. TANGAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7
BUKU KEGIATAN
NO.
HARI TANGGAL
RENCANA KEGIATAN
HASIL PELAKSANAAN
1
2
3
4
  
  
 

BUKU KAS

BULAN : ............ TAHUN : ................
NO.HARI
/ TANGGAL
 
URAIAN
KETERANGAN
PENERIMAANPENGELUARANSISA
  
  
 
BUKU INVENTARIS
NO.NAMA BARANGJUMLAH (UNIT)PERKIRAAN NILAI 
(HARGA RP.)
KEADAANKETERANGAN
BAIK
RUSAK
BUKU ANJURAN INSTANSI LAIN
NO.
TGL
NAMA
JABATAN
INSTANSI/
ALAMAT
ANJURAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7

Perangkat kelengkapan administrasi lainnya seperti Sekretariat kelompoktani, papan nama kelompoktani, stempel kelompoktani, Arsip surat masuk dan surat keluar, arsip dokumen Berita Acara Pembentukan kelompoktani, arsip Dokumen AD dan ART kelompoktani, Arsip dokumen Berita Acara Benah kelompoktani, rencana kerja kelompok atau Rencana Definitif Kelompoktani (RDK), Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK), Rencana Usaha Anggota (RUA), Arsip Dokumen Biodata Anggota kelompoktani, Dokumen berupa papan data (monografi) kelompoktani, Peta wilayah kelompoktani.

Sumber : http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/administrasi-kelompoktani



CSR Tata Motor Indonesia : SRI ASTUTI Sumbawa

0 komentar

Pembuatan Kolam Terpal untuk Budidaya Lele

0 komentar



Pembuatan Kolam Terpal
Pada prakteknya, terdapat dua jenis kolam terpal berdasarkan tempat dimana pembuatan dan penyimpanan kolam terpal dilakukan.  Kolam terpal jenis pertama adalah kolam terpal yang ditanam di dalam tanah dan jenis ke-dua kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah.

1. Kolam Terpal dalam Tanah
Kolam terpal dalam tanah dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk persegi seperti akan membuat kolam tanah dengan kedalaman biasanya 50 cm. Kemudian terpal dimasukkan mengikuti ukuran kolam yang sudah dibuat.  Tanah bekas galian dimasukkan karung untuk dijadikan tanggul di bibir kolam.
Kelebihan dari kolam terpal jenis ini adalah suhu air di dalam kolam dapat lebih stabil terhadap pengaruh suhu udara.  Kekurangannya adalah kolam ini tidak portable atau knock down serta tidak mungkin berpindah-pindah.



2. Kolam Terpal di atas Permukaan
Jenis kolam terpal ini yang paling banyak digunakan.  Selain praktis, juga sangat fleksibel.  Jenis kolam terpal ini mungkin yang paling banyak diaplikasikan. 

Cara pembuatannya secara garis besar adalah sebagai berikut :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :

a. Terpal Plastik
Banyak jenis terpal yang beredar, pada umumnya yang dipakai adalah terpal plastik yang biasa digunakan untuk atap tenda.  Pada pemilihan jenis terpal ini tidak ada syarat khusus, yang penting terpal memiliki ketebalan dan kekuatan yang memadai untuk menahan tekanan air dan tidak terlalu mudah sobek.  Pintar-pintar memilih, karena ketebalan terpal plastik cukup bervariasi pula, dan ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan dan ketahanan terpal. Kwalitas terpal dapat dilihat dari kode yang bisanya ada di label terpal dengan kode A, AA atau A5, biasanya terpal dengan kode A lebih besar/banyak memiliki ketebalan yang baik.  
Perhatikan dan hitung kebutuhan ukuran luas terpal yang akan digunakan. Pertimbangannya adalah ukuran terpal plastik siap pakai yang ada di pasaran terdapat beberapa ukuran, mulai dari 4 x 6 meter sampai ada yang berukuran 6 x 10 meter.  Ukuran terpal plastik di setiap daerah mungkin sedikit berbeda-beda.  Beberapa jasa konveksi ada pula yang menyediakan terpal plastik dengan ukuran sesuai permintaan, namun tentunya akan lebih mahal harganya.  Pada intinya, ukuran terpal plastik sangat berhubungan erat dengan ukuran luas dan kedalaman kolam yang akan kita buat misalnya akan membuat kolam dengan ukuran 3 x 4 meter makan dibutuhkan terpal dengan ukuran 5 x 6 m.

b. Bambu atau Kayu untuk Kerangka Kolam
Bahan bambu atau kayu digunakan untuk kerangka kolam, bahan lain yang bisa dipakai adalah besi, namun tentunya modal yang harus disiapkan lebih tinggi.
Pilihan bahan dan ukuran bambu atau kayu tidak ada ketentuan pasti.  Tapi yang pasti, untuk setiap sudut (untuk patok atau tiang utama) diperlukan ukuran yang lebih besar agar lebih kuat.  Misalnya menggunakan bambu berdiameter minimal 7 cm atau balok kayu ukuran 6 x 8.

c. Paralon
Paralon diperlukan untuk mengatur ketinggian air (sistem overflow) dan untuk mempermudah pada saat membuang air kolam. Ukuran paralon yang dipakai biasanya diameter 2″ atau 3″, tergantung pada luas kolam anda, mungkin saja anda menggunakan diameter 4″ karena kolam cukup luas.

e. Pagar dan atap kolam
Ini diperlukan untuk melindungi kolam dari hama atau binatang.  Bahannya dapat anda pilih, memakai plastik, waring atau bahan-bahan yang tersedia disekitar anda.

Pembuatan Kolam Terpal
Tidak diperlukan keahlian secara khusus pada saat membuat kolam terpal.  Namun apabila anda kurang yakin, anda bisa melibatkan tukang kayu, terutama pada saat pembuatan kerangka kolam.  Secara garis besar ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan :
a. Persiapkan peralatan pertukangan, seperti gergaji, palu, ketam, paku dan golok.
b. Pemilihan tempat.
Pastikan lokasi mudah dijangkau atau dekat sumber air, atau setidaknya air dapat dialirkan ke kolam melalui bantuan selang air.
c. Lahan atau tempat yang akan digunakan harus bersih dari benda-benda tajam seperti batu, dan lakukan pembersihan dari rumput dan pepohonan yang terlalu rimbun yang dapat mengganggu masuknya sinar matahari.
d. Beri tanda ukuran kolam yang akan dibuat, misalnya memakai benang atau sejenisnya. Apabila akan membuat lebih dari satu kolam, perhatikan jarak antar kolam.  Jarak antar kolam ini diperlukan untuk mempermudah pada saat mulai pemeliharaan maupun panen.
e. Pasang patok atau tonggak utama dari balok kayu atau bambu di setiap sudut.  Untuk memperkuat kolam, tambahkan  beberapa patok di setiap sisi dengan jarak per 1 meter.
f. Memasang kerangka dinding dan dasar kolam. Lakukan pemotongan kayu kaso atau bambu sesuai ukuran kolam untuk membentuk rangka.  Dasar kolam dibuat lebih tinggi agar terpal plastik tidak langsung bersentuhan dengan lantai tanah atau tembok.  Gunakan paku 5 atau 7 untuk menyambung bahan membentuk kerangka.  Posisi lantai atur miring ke salah satu sisi, tujuannya agar pada saat panen, menguras dan membersihkan air kolam lebih mudah.
g. Memasang dinding dan lantai kolam. Gunakan papan kayu atau potongan bilah bambu untuk disusun membentuk dinding dan lantai.  Usahakan papan atau bilah bambu permukaannya halus, hal ini untuk mencegah terpal rusak atau sobek karena permukaan dinding atau lantai kasar atau tajam.
h. Letakkan paralon beserta knee  secara horisontal pada sisi kolam terendah, tujuannya untuk pembuangan air.
i.  Memasang terpal.  Lakukan pemasangan terpal plastik dengan baik, hati-hati dan rapi cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai.  Bagian sudutnya kemudian dilipat dengan rapi.  Pada bibir kolam atas, terpal bisa dijepit dengan papan atau bilah bambu agar terlihat rapi dan posisi terpal stabil.
j. Pada bagian paralon pembuangan, lubangi terpal dengan bentuk silang atau bintang agar dapat dibuat sambungan menggunakan knee atau sambungan paralon.
k. Isi kolam terpal yang sudah jadi tersebut dengan air kurang lebih 1/3-nya, periksa apakah ada yang bocor di bagian dasar  atau dinding bawah kolam.  Perbaiki dan lakukan penambalan bila terjadi kebocoran.  Lanjutkan pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan amati, baik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.


Daftar Pustaka :
- Khairuman, Toguan Sihombing, & Khairul A, Budidaya Lele Dumbo di Kolam Terpal,Agromedia 2009







 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes