contoh programa desa

0 komentar

Kegiatan Diklat Dasar Ahli Untuk Penyuluh Angkatan 1 telah dilaksanakan dari tanggal 15 April s.d 3 Mei 2014 di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Peserta diklat sejumlah 30 orang yang berasal adai Kabupaten Wonosobo Jateng : 19 Orang ; Kabupaten Sumbawa Barat : 6 Orang; Kabupaten Jombang : 4 orang dan Kabuapten Malang 1 Orang.
Hasil praktik komptensi yang telah dilakukan dapat dilihat di :
http://id.scribd.com/doc/222332741/Programa-Desa-Pandansari-Hasil-Praktik-Kompetensi-Diklat-Dasar-Ahli-Penyuluh

Jalan Jalan Ke Desa Bunga Sidomulyo

0 komentar

Pose dulu di kebun bungga desa bunga Sidomulyo -  Batu  - Jatim 

Kebun bungga 

Perjalan tugas mandiri peserta diklat ahli penyuluh angakatan 1 tahun 2014 dimualai dengan mengunjungi desa bunga desa Sidomulyo yang berada di Batu Jawa Timur,  Hampir seluruh areal tanah dan halaman rumah penduduk di penuhi oleh bunga, desa Sidomulyo mengegembangkan usaha agribisnis bunga. 
 Luas desa Sidomulyo sekitar ± 270 Ha yang digunakan untuk penggunaan lahan pertanian dan permukiman. Hampir 90 % penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dan ± 85% dari penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani, memilih bertani bunga.
Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut dengan suhu sekitar 18-23°C, desa ini merupakan sebuah lahan yang strategis untuk berbagai macam  tumbuh kembangnya bunga. Dalam Wisata Bunga ini  tidak hanya melihat dan menikmati saja, tapi kita juga  bersama rombongan  bisa belajar cara menanam bunga, menyiram, mempelajari proses mekarnya bunga, hingga berbelanja di pasar-pasar bunga dan membeli bunga atau bibit bungga yang diminati

Perjalan ke Gunung Kelud

0 komentar

Dialog Mentri Pertanian dengan Patani di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kab. Malang Jatim

Rombongan Peserta Diklat Penyuluh Ahli Angkatan 1 tahun 2014
Kunjungan ke Desa Pandansari Kec. Ngantang Kab. Malang Jatim 

Rabu, 16 April 2014 rombongan peserta pelatihan diklat dasar ahli angkatan 1 di BBPP Batu Malang berangkat menuju desa Pandan Sari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Jawa Timur dalam agenda kegiatan Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Malang untuk memberikan bantuan kompor gas, stek bibit rumput dan pakan sapi perah. Acara di kaki gunung Kelud juga dihadiri oleh Bapak Mentri Pertanian Ir. H. SISWONO, MMA yang datang mengunjungi petani peternak yang ada didesa Pandansari, dalam kegiatan tersebut Bapak Mentri Pertanian langsung mengunjung lahan persawah warga yang terkena dampak letusan gunung kelud, hampir seluruh lahan pertanian sawah tetup abu vulkanik dan pasir yang ketebalannya mencapai 50 - 100 cm, dengan kondisi yang demikian petani masih belum bisa beraktifitas kembali ke sawah karena ketebalan pasir yang masih tinggi, oleh karena itu melalui kunjungan  tersebut Bapak Mentri Pertanian memberikan bantuan 60 handtraktor, bibit buah buahan, bibit padi  kepada kelompok tani yang ada di desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Jawa Timur.
Pada kesempatana yang sama juga Bapak Mentri Pertanian SISWONO melakukan dialog bersama warga masyarakat desa Pandansari di balai desa, beberapa warga meminta agar dapat dibantu oleh pihak pusat dan daerah dalam pembenahan sarana prasarana pertanian khususnya yang rusak parah dan tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat erupsi kelud beberapa waktu yang lalu. Mentri Pertanian menanggapinya dengan akan segera melakukan koordinasi dalam perbaikan sarana pertanian terutama sarana irigasi dan jalan usaha tani agar akses petani dan peternak dapat segera beraktifitas kembali, selain itu juga pasilitasi permodalan dengan pola kredit lunak juga akan di kucurkan agar petani dapat memulai usahanya kembali.
Kunjungan lapanga yang dilakukan oleh peserta diklat dasar ahli penyuluh angkatan 1 BBPP Batu tahun 2014 di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Jawa Timur, memberikan gambaran kondisi real yang dihadapi oleh masyarakat sekitar Gunung Kelud yang masih terus dan perlu di dukung oleh berbagai pihak sesuai dengan biangnya. untuk kegiatan penyuluhan penyuluh pendamping desa pandansari memiliki tugas untuk mengkoordinasikan kegiatan rumpun hijau dalam proses pemulihan agar aktifitas usaha pertanian dapat berjalan dengan lancar kembali.
(BBPP Batu Malang, 18 April 2014)


Pelatihan Teknik Ubinan Tanaman Pangan

0 komentar

Persiapan Pengubinan di Lokasi Kelompok Tani Lebok Raya bersama Petugas dari BPS 

Mennghitung hasil ubinan 

Pelatihan teknik ubinan untuk tanaman pangan dilaksanakan oleh Perhimpunan Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehuatan Kabupaten Sumbawa Barat bersama BPS Kabupaten Sumbawa Barat, Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang perhitungan hasil ubinan tanaman pangan ataran BPS dan Penyuluh selaku pendamping petani yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.
Pelatihan dilaksanakan selama 1 hari yang terdiri dari materi dan teknik ubinan BPS dan praktik pelaksanaan ubinan dilahan petani. Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 35 orang penyuluh se Kabupaten Sumbawa Barat dilakasanakan di Aula Pertemuan BKP5K Sumbawa Barat dan parktik teknik ubinan dilakukan di Kelompok Tani Lebok Raya Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.
Dari kegiatan pelatatihan ini diharapkan pada panen MH tahun 2014 akan ada data yang akurat tentang produktifitas tanaman padi khususnya  dari masing masing WKPP binaan penyuluh.
Teknik ubinan yang di lakukan bersama BPS adalah

  1. Menentukan lokasi ubinan 
  2. Luas areal yang akan di ubin 
  3. Melakukan perhitungan dengan langkah kaki normal untuk arah utara selatan dengan batasan batasan sawah yang akan di ubinkan
  4. Melihat angka acak dari pantauan langkah kaki yang telah dilakukan (sesuai buku panduan BPS)
  5. Menentukan angka  telisik/angka random untuk tempat pengambilan pengubinan 
  6. Pengambilan ubinan dilakukan dengan tongkat ubinan yang ada 
  7. Areal yang di ubin dihitung jumlah rumpun yang dipanen dalam luasan 2,5 meter x 2,5 meter 
  8. Setelah di sabit rumpun padi yang ada dilakukan perontokan bulir padi 
  9. Bulir padi yang telah di bersihkan dari rumput atau rumpun padi di timbang 
  10. Hasil penimbangan dikalikan 16 maka akan dipeoleh prediksi produksi padi pada luasan 1 ha. 


Ampas Tahu sebagai Pakan Ternak

0 komentar

Persiapan amapas tahu yang akan di salung ke ternak sapi 

peternak membiasakan ternak untuk mengkonsimsi amapas tahu 

Pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan ternak telah dilakukan oleh Kelompok Peteranak Kebun Kopi Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang Sumbawa Barat. Ampas tahu yang selama ini hanya sebagai limbah proses produksi tahu dan terbuang sia sia mulai di lirik oleh peternak untuk di manfaatakan sebagai pakan ternak tambahan. 
Hasil ujicoba yang telah dilakukan di Kelompok Peternak Kebun Kopi dalam pemeliharaan sapi bali secara intensif di peroleh hasil bahwa pemberian ampas tahu sebanyak 3 kg / ekor/hari dapat meningkatkan BB harian sapi bali secara signifikan. Bahan pakan ini mudah didapat dan memiliki nilai gizi cukup baik dengan kandungan protein kasar 21%. Sebagai pakan tambahan, ampas tahu dapat berfungsi melengkapi protein dari hijauan.
Perlakuan yang diberikan pada ternak adalah : 
  1. Pada awal ternak datang / bibit sapi pengemukan sampai di kandang dilakukan penimbangan berat badan
  2. Ternak yang baru datang diberikan obat cacing dan vitamin. Obat ini diberikan dengan cara dimasukkan kedalam mulut sapi.
  3. Untuk ternak sapi yang baru datang, pembiasaan pemberian pakan dengan ampas tahu dilakukan dengan cara  sapi satu hari tidak di beri pakan dan setelah itu di salung atau di supi  ampas tahu oleh peternaknya. 
  4. Setelah beberapa hari sapi akan terbias untuk mengkonsumsi ampas tahu
  5. Ampas tahu di berikan pada sore hari sebanyak 3 kg/hari/ekor 
  6. Rumput diberikan pada pagi dan malam hari sebanyak 50% dari kebutuhan pakan 

Ampas tahu dapat memberikan hasil yang optimal yakni pertumbuhan dan pertambahan berat badan 0,8 kg/ekor/hari. Masa pemeliharaan lebih cepat dan periode panen dapat dilakukan 3 kali dalam setahun. 

 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes