Pembuatan Kolam Terpal untuk Budidaya Lele

2 komentar



Pembuatan Kolam Terpal
Pada prakteknya, terdapat dua jenis kolam terpal berdasarkan tempat dimana pembuatan dan penyimpanan kolam terpal dilakukan.  Kolam terpal jenis pertama adalah kolam terpal yang ditanam di dalam tanah dan jenis ke-dua kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah.

1. Kolam Terpal dalam Tanah
Kolam terpal dalam tanah dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk persegi seperti akan membuat kolam tanah dengan kedalaman biasanya 50 cm. Kemudian terpal dimasukkan mengikuti ukuran kolam yang sudah dibuat.  Tanah bekas galian dimasukkan karung untuk dijadikan tanggul di bibir kolam.
Kelebihan dari kolam terpal jenis ini adalah suhu air di dalam kolam dapat lebih stabil terhadap pengaruh suhu udara.  Kekurangannya adalah kolam ini tidak portable atau knock down serta tidak mungkin berpindah-pindah.



2. Kolam Terpal di atas Permukaan
Jenis kolam terpal ini yang paling banyak digunakan.  Selain praktis, juga sangat fleksibel.  Jenis kolam terpal ini mungkin yang paling banyak diaplikasikan. 

Cara pembuatannya secara garis besar adalah sebagai berikut :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :

a. Terpal Plastik
Banyak jenis terpal yang beredar, pada umumnya yang dipakai adalah terpal plastik yang biasa digunakan untuk atap tenda.  Pada pemilihan jenis terpal ini tidak ada syarat khusus, yang penting terpal memiliki ketebalan dan kekuatan yang memadai untuk menahan tekanan air dan tidak terlalu mudah sobek.  Pintar-pintar memilih, karena ketebalan terpal plastik cukup bervariasi pula, dan ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan dan ketahanan terpal. Kwalitas terpal dapat dilihat dari kode yang bisanya ada di label terpal dengan kode A, AA atau A5, biasanya terpal dengan kode A lebih besar/banyak memiliki ketebalan yang baik.  
Perhatikan dan hitung kebutuhan ukuran luas terpal yang akan digunakan. Pertimbangannya adalah ukuran terpal plastik siap pakai yang ada di pasaran terdapat beberapa ukuran, mulai dari 4 x 6 meter sampai ada yang berukuran 6 x 10 meter.  Ukuran terpal plastik di setiap daerah mungkin sedikit berbeda-beda.  Beberapa jasa konveksi ada pula yang menyediakan terpal plastik dengan ukuran sesuai permintaan, namun tentunya akan lebih mahal harganya.  Pada intinya, ukuran terpal plastik sangat berhubungan erat dengan ukuran luas dan kedalaman kolam yang akan kita buat misalnya akan membuat kolam dengan ukuran 3 x 4 meter makan dibutuhkan terpal dengan ukuran 5 x 6 m.

b. Bambu atau Kayu untuk Kerangka Kolam
Bahan bambu atau kayu digunakan untuk kerangka kolam, bahan lain yang bisa dipakai adalah besi, namun tentunya modal yang harus disiapkan lebih tinggi.
Pilihan bahan dan ukuran bambu atau kayu tidak ada ketentuan pasti.  Tapi yang pasti, untuk setiap sudut (untuk patok atau tiang utama) diperlukan ukuran yang lebih besar agar lebih kuat.  Misalnya menggunakan bambu berdiameter minimal 7 cm atau balok kayu ukuran 6 x 8.

c. Paralon
Paralon diperlukan untuk mengatur ketinggian air (sistem overflow) dan untuk mempermudah pada saat membuang air kolam. Ukuran paralon yang dipakai biasanya diameter 2″ atau 3″, tergantung pada luas kolam anda, mungkin saja anda menggunakan diameter 4″ karena kolam cukup luas.

e. Pagar dan atap kolam
Ini diperlukan untuk melindungi kolam dari hama atau binatang.  Bahannya dapat anda pilih, memakai plastik, waring atau bahan-bahan yang tersedia disekitar anda.

Pembuatan Kolam Terpal
Tidak diperlukan keahlian secara khusus pada saat membuat kolam terpal.  Namun apabila anda kurang yakin, anda bisa melibatkan tukang kayu, terutama pada saat pembuatan kerangka kolam.  Secara garis besar ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan :
a. Persiapkan peralatan pertukangan, seperti gergaji, palu, ketam, paku dan golok.
b. Pemilihan tempat.
Pastikan lokasi mudah dijangkau atau dekat sumber air, atau setidaknya air dapat dialirkan ke kolam melalui bantuan selang air.
c. Lahan atau tempat yang akan digunakan harus bersih dari benda-benda tajam seperti batu, dan lakukan pembersihan dari rumput dan pepohonan yang terlalu rimbun yang dapat mengganggu masuknya sinar matahari.
d. Beri tanda ukuran kolam yang akan dibuat, misalnya memakai benang atau sejenisnya. Apabila akan membuat lebih dari satu kolam, perhatikan jarak antar kolam.  Jarak antar kolam ini diperlukan untuk mempermudah pada saat mulai pemeliharaan maupun panen.
e. Pasang patok atau tonggak utama dari balok kayu atau bambu di setiap sudut.  Untuk memperkuat kolam, tambahkan  beberapa patok di setiap sisi dengan jarak per 1 meter.
f. Memasang kerangka dinding dan dasar kolam. Lakukan pemotongan kayu kaso atau bambu sesuai ukuran kolam untuk membentuk rangka.  Dasar kolam dibuat lebih tinggi agar terpal plastik tidak langsung bersentuhan dengan lantai tanah atau tembok.  Gunakan paku 5 atau 7 untuk menyambung bahan membentuk kerangka.  Posisi lantai atur miring ke salah satu sisi, tujuannya agar pada saat panen, menguras dan membersihkan air kolam lebih mudah.
g. Memasang dinding dan lantai kolam. Gunakan papan kayu atau potongan bilah bambu untuk disusun membentuk dinding dan lantai.  Usahakan papan atau bilah bambu permukaannya halus, hal ini untuk mencegah terpal rusak atau sobek karena permukaan dinding atau lantai kasar atau tajam.
h. Letakkan paralon beserta knee  secara horisontal pada sisi kolam terendah, tujuannya untuk pembuangan air.
i.  Memasang terpal.  Lakukan pemasangan terpal plastik dengan baik, hati-hati dan rapi cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai.  Bagian sudutnya kemudian dilipat dengan rapi.  Pada bibir kolam atas, terpal bisa dijepit dengan papan atau bilah bambu agar terlihat rapi dan posisi terpal stabil.
j. Pada bagian paralon pembuangan, lubangi terpal dengan bentuk silang atau bintang agar dapat dibuat sambungan menggunakan knee atau sambungan paralon.
k. Isi kolam terpal yang sudah jadi tersebut dengan air kurang lebih 1/3-nya, periksa apakah ada yang bocor di bagian dasar  atau dinding bawah kolam.  Perbaiki dan lakukan penambalan bila terjadi kebocoran.  Lanjutkan pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan amati, baik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.


Daftar Pustaka :
- Khairuman, Toguan Sihombing, & Khairul A, Budidaya Lele Dumbo di Kolam Terpal,Agromedia 2009







Budidaya Lele di Kolam Terpal

0 komentar


Usaha ternak atau budidaya ikan lele memang masih menjadi daya tarik dan banyak diminati masyarakat Indonesia. budidaya ikan lele selain memiliki nilai ekonomis, juga relatif lebih mudah dan murah dalam teknik budidayanya. Salah satu dari beberapa kemudahan teknik budidaya ikan lele ini adalah sifatnya yang tidak memerlukan persyaratan khusus tempat atau kolam pemeliharaan. Berangkat dari hal tersebut, maka berkembanglah sistem budidaya ikan lele dalam kolam menggunakan terpal.  Mari kita analisa keunggulan dan peluang usaha ternak lele dengan sistem kolam terpal tersebut…
Keunggulan Kolam Terpal dalam Budidaya Lele
Berikut adalah beberapa keuntungan dari teknik budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal
Menambah Peluang Baru Budidaya di Lahan yang Terbatas
Pada awalnya, budidaya ikan lele banyak dilakukan di kolam-kolam konvensional seperti kolam tanah, kolam tembok, kolam beton, atau bahkan di kolam yang terbuat dari fiber glass.Namun seiring makin berkembangnya teknik budidaya, maka berkembang teknik budidaya lele dengan memanfaatkan terpal, atau dikenal dengan nama kolam terpal.
Pada perkembangan selanjutnya, teknik kolam terpal ini malah disukai oleh masyarakat perkotaan, teknik ini sangat disukai karena cocok dilakukan tanpa memerlukan lahan yang luas, bahkan bila perlu lahan bekas garasi mobil saja bisa dimanfaatkan, atau pekarangan sempit di belakang rumah.
Teknik Praktis namun Memiliki Tingkat Keberhasilan Tinggi
Proses pembuatan kolam terpal tergolong sangat praktis dan mudah.  Pengerjaan pembuatannya mungkin hanya dibutuhkan beberapa jam saja.  Jauh berbeda dengan misalnya kalau kita mempersiapkan kolam tanah atau kolam tembok, waah…hitungannya berhari-hari.
Waktu produksi lebih cepat.  Kolam terpal setelah panen hanya cukup dibersihkan dan diisi air baru.  Berbeda dengan kolam konvensional yang perlu waktu kurang lebih seminggu agar bisa digunakan kembali, mengingat tanah harus diolah, dijemur, dan dikeringkan.
Pemakaian air lebih irit
Berdasarkan beberapa hasil penelitian, tingkat kelangsungan hidup atau SR (survival rate) lele yang dipelihara dalam kolam terpal dapat mencapai 80%, ini lebih tinggi dibandingkan bila di kolam konvensional yang hanya 50-60%.
Posisi kolam terpal bisa dipindah
Kolam terpal apabila tidak dipakai bisa dilipat untuk digunakan kembali lain waktu.
Cocok untuk Kawasan atau Daerah yang Kritis Air
Teknik ini memungkinkan budidaya dapat dilakukan pada daerah yang supplai airnya kurang atau jauh.  Teknik ini tidak memerlukan air yang mengalir dan dapat mengurangi resiko kebocoran-kebocoran air seperti yang biasa terjadi pada kolam konvensional.
Keuntungan Teknis dan Finansial
Secara teknis, banyak kemudahan dengan budidaya menggunakan kolam terpal.  Mulai dari teknis pembuatan, pemeliharaan sampai ke tahap pasca panen relatif lebih mudah dibandingkan kolam konvensional.
Pencegahan dan pengendalian hama maupun penyakit lebih mudah sehingga persentase SR lebih tinggi dibandingkan pada kolam biasa.
Hal tersebut tentu saja akan berkorelasi dengan biaya yang harus kita keluarkan.  Biaya yang harus dikeluarkan, secara sederhana apabila kita bandingkan akan jauh lebih murah dibandingkan kolam tembok atau tanah.
Kualitas Produk lebih Diminati
Hasil budidaya lele dalam kolam terpal akan menghasilkan ikan lele yang tidak berbau ‘lumpur’, yang mana bau lumpur tersebut biasanya dihasilkan dari budidaya lele dengan kolam tanah atau tembok.  ‘Bau lumpur’ ini rata-rata ternyata menurunkan selera makan para konsumen, sehingga rasa asli ikan lele yang gurih pun tidak dapat dinikmati.


Sumber : dari berbagai sumber dan pengalaman pemeliharaan lele di kolam terpal di Sentral Kewirausahaan Pemuda Taruna Dewa Dara Kel. Bugis Kec. Taliwang KSB. 

Pemanfatan Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak "Sapi Bali"

0 komentar



Ampas tahu merupakan hasil ikutan proses pembuatan tahu, yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia dan unggas. Bahan pakan ini mudah didapat dan memiliki nilai gizi cukup baik dengan kandungan protein kasar 21%. Sebagai pakan tambahan, ampas tahu dapat berfungsi melengkapi protein dari hijauan.

Praktik Pemberian Ampas Tahu Pada Sapi Bali dilaksanakan di Kelompok Peternak Kebun Kopi Kelurahan Dalam Kec. Taliwang. Untuk penggemukan sapi bali , amapas tahu diberikan sebanyak 5 – 7 kg perhari. Hasil pengematan yang telah dialkukan bersama peternak peningkatan bobot badan sapi bali harian berkisar 0,5 – 0,7 kg/hari.
Pada awal pemeliharaan atau penggemukan ternak yang baru datang  diberikan obat cacing dan vitamin. Obat ini diberikan dengan cara menyembunyikan di dalam rumput kemudian diberikan kepada sapi dengan cara memasukan rumput tersebut kedalam mulut sapi.
Pagi hari ternak dimandikan terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Kandang juga dibersihkan dari kotoran dan sisa makanan yang menumpuk didasar kandang, ketempat penampungan yang telah disediakan. Setelah bersih baru diberikan pakan konsentrat dan ampas tahu yang sudah dicampur dengan air.
Pada sapi bali pemeberian ampas tahu harus dilatih karena sapi bali tidak terbiasa mengkonsumsi ampas tahu. Peternak yang ada di Kelompok Peternak Kebun Kopi biasanya melakukan kegiatan “salung” atau menyuapi kesapi amapas tahu yang telah di cairkan agar ternak terbiasa. Selama 2 hari ternak hanya di berikan amapas tahu saja tampa di berikan rumput dan hijauan lainya. Setelah itu baru ternak akan terbisa mengkonsumsi ampas tahu dan di berikan jadwal pada pagi hari dan sore hari.

Keunggulan ampas tahu dapat memberikan hasil yang optimal yakni pertumbuhan dan pertambahan berat badan 0,5 - 0,7 kg/ekor/hari. Masa pemeliharan untuk sapi bali pengemukan berkisar antara 3 – 4 bulan. Pemenfaatan amapas tahu dapat memberi dampak pada peningkatan pendapatan peternak.
Sumber : Lidbang.deptan.go.id dan hasil kegiatan penyuluhan di Kel. Dalam Kec. Taliwang


Pengubinan Tanaman Padi, Hindari Petani dari Kerugian sistem jual secara IJON

1 komentar

Pengubinan Tanaman Padi, Menghindari Petani dari Sistem Ijon



Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistic untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah. Namun teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan ( 1 ha ). Untuk melakukan pengubinan ini ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin menghitung potensi hasil tanamannya.  Prosesnya sangat sederhana, petani pun bisa melakukannya. Proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengubinan dan diupayakan tanaman padi yang akan diubin sudah benar-benar siap untuk dipanen ( fisiologis dan umurnya sudah tepat ). Alat ukur pengubinan juga harus disiapkan, alat berupa besi,besi yang dirangkaikan satu sama lain ukuran luasnya 2,5 m2, beserta alat timbangnya. Kemudian buku panduan BPS untuk mencari random kotak ubinan yang akan di ambil sebagai sample perhitungannya.
Fungsi kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi mereka, hal ini bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon yang hanya memperkirakan harga perluasan lahan yang ada. contohnya seorang petani memiliki lahan sawah yang telah ditanami padi dan siap penen, lahan tersebut sudah ditawar  oleh para pengijon seharga 17,5 juta rupiah untuk hasil gabah yang dipanen 1 ha milik petani tersebut, ternyata setelah menghitung sendiri bahwa potensi panen yang diperkirakan dari hasil ubinan dilokasi petani tersebut diperoleh data 4750 grm untuk luasan 2,5 m x 2,5 m dengan sistem tanam jejer legowo 4:1, maka prediksi hasil panen yang diperoleh adalah : 1 ha / luasan pengubinanan diperoleh angkan 16, kemudian angka faktor ini dikaliakan dengan hasil pengubinan dalam satuan kg, sehingga dari data tersebut dapat di prediksi hasil penen gabah petani tersbeut adalah ( 4,75 kg x 16 = 76 kwintal gabah panen dan jika dijual maka hasilnya adalah = (76 kwintal x Rp. 350.000 = Rp. 26.600.000), ternyata hasil panen bisa mencapai 2 x lipat dari prediksi pedangang ijon. 
Petani akhirnya mulai berpikir kembali untuk menjual padinya kepada pengijon. kegiatan pengubinan bisa membuka pengetahuan mereka tentang prediksi produksi gabah panennya,  Walaupun terkadang secara tidak sadar kegiatan ini hanya sekedar menghitung hitung namun secara social hal ini  bisa berdampak perubahan yang sangat baik bagi kesadaran petani yang selama ini masih terjerat pola pikir ijon. Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi penyuluh pertanian dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian, karena metode pengubinan juga menerapkan metode dan teknik teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu.
Oleh karene itu dalam setiap kegiatan pengubinan penyuluh tidak hanya melakukanya bersama petugas dari BPS namun juga melibatkan petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan pengubinan. 
Kegiatan pengubinan yang dilakukan di wilayah kerja penyuluh pertanian Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang pada musim tanam MK 1 tahun 2014 adalah : 

Kelompok Tani  Petani  Varitas  Luas Lahan  Hasil Ubinan  Prediksi Gabah Panen 
Menir Putih  Aminolah  Situbagendit  1,25 ha  4230 6,768 ton / ha
Ahmad M. Zain  Situbagendit  0,5 4200 6,720 ton /ha 
Lebok Raya  A. Muis  Ciherang  2 ha 4560 7,296 ton / ha 
Candra  Situbagendit  1  ha  4300 6,880 ton / ha 
Muhsen  Ciherang  0,4 4400 7,040 ton/ha 

Sumber Data : data primer penyuluh (hasil ubinan MK1 2014)





Tata Motor Indonesia : Lokasi Calon CSR

0 komentar

Budidaya Seledri

0 komentar


Budidaya seledri organik dalam pot
Daun seledri sering dijadikan penyedap masakan. Kebutuhannya sedikit tapi harus ada. Tanaman seledri mudah dibudidayakan secara organik dalam pot atau polybag.
Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.
Usaha tani budidaya seledri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Namun tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan tinggi.
Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit.

Cara menanam seledri

Terdapat dua cara menanam seledri yaitu perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.
Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemaikan biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya:
  • Sebelum biji disemai, rendam terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos yang telah diayak dengan perbandingan 2:1. Baca cara membuat media persemaian.
  • Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung dan terik matahari.
  • Buat alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut dan tutup tipis dengan tanah lalu siram untuk mempertahankan kelembabannya.
  • Siram dengan air secukupnya setiap pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu basah dan jangan pula sampai kekeringan.
  • Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun.
Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman bisa diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dahulu bahan-bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya agar media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot atau polybag gampang dipindahkan. Apabila tidak ada arang sekam bisa diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam membuat media tanam, gunakan bahan-bahan yang bebas dari hama dan penyakit.

Perawatan budidaya seledri

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering.
Untuk budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian dalam berbagai merek, atau bisa juga dibuat sendiri. Silahkan baca cara membuat pupuk organik cair. Selain pupuk cair bisa juga digunakan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati.
Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikuti petunjuk yang terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang telah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.
Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tidak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit tersebut.
Terdapat beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya adalah ulat tanah, keong, kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bisa diberantas dengan dipungut langsung dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.
Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virusaster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yang baik.
Apabila serangan penyakit menghebat, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik. Silahkan baca mengenai pengendalian penyakit dengan pestisida organik.

Panen budidaya seledri

Panen budidaya seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.
dari berbagai sumber bacaan

CRS Tata Motor Indonesia untuk Sekolah Rakyatku

0 komentar


TIGA INSPIRASI dan SOLUSI dari INSPIRAKSI.

INSPIRAKSI adalah program CSR yang bertujuan memberikan solusi kepada masyarakat dan inspirasi solusinya berasal dari Masyarakat.

Jakarta, 24 Juni 2014 - PT. Tata Motors Indonesia (TMI), anak perusahaan Tata Motors Ltd, produsen otomotif global asal India pemilik merek Tata Motors mengumumkan akan memulai project CSR INSPIRAKSI – Hati Tergerak Tangan bergerak yang sudah diluncurkan pada bulan Juni 2013 lalu.
I
NSPIRAKSI adalah program CSR yang digagas oleh Tata Motors Indonesia, dan dilaksanakan bersama Dompet Dhuafa sebagai penyalur dana bantuan, dibawah bimbingan Kedutaan Besar India di Jakarta dan Baramulti Sukses Sarana sebagai partner. INSPIRAKSI merupakan program CSR yang pelaksanaannya dilakukan melalui media sosial Facebook Tata Motors Indonesia.

Dalam menentukan siapa yang perlu diberikan bantuan dan proyek sosial kemasyarakatan apa yang pantas dibantu pendanaan-nya, Tata Motors Indonesia melalui program CSR INSPIRAKSI berinteraksi terlebih dahulu dengan sahabat Facebook Tata Motors Indonesia. Sehingga, gagasan dan inspirasi CSR datang langsung dari sahabat Facebook Tata Motors Indonesia.

Dari hasil ratusan saran dan inspirasi solusi di media sosial Facebook, tim INSPIRAKSI menyaring sebanyak 30 proyek sosial dan setelah observasi dilakukan, tim INSPIRAKSI memilih 3 (tiga) buah proyek sosial yang inspiratif di pelaksanaan tahap I program INSPIRAKSI 2013-2014. INSPIRAKSI tahap selanjutnya, yakni INSPIRAKSI tahap II 2014-2015 akan membantu proyek sosial yang berbeda

Berikut tiga program sosial solutif berikut dengan sosok inspiratif-nya masing-masing:
1. Desa Penebar Kecerdasan oleh Muhammad Fauzi
2. Kampung Sahabat Desain Grafis oleh Solehuddin
3. Sekolah Rakyat Untuk Sumbawa Barat oleh Sri Astuti

 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes