Peningkatan Kapasitas Kelompok Peternakan
sri astuti
●
Kamis, 15 Agustus 2013
0
komentar
Untuk mewujudkan pencapaian NTB BSS atau swasembada
daging sapi, tidak bisa hanya melalui pendekatan teknis pada ternaknya tetapi
harus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia yaitu pelaku utama peternakan melalui kelembagaan
kelompok peternak.
a. Kelembagaan kelompok
Keberadaan kelembagaan
kelompok peternak sangat penting, sehingga lebih mudah diorganisir dalam proses
pendampingan dan pembinaan peternak baik dari penyuluh maupun
pihak lain yang ingin ikut berkontribusi membangun dunia peternak. Di samping itu
keberadaan kelembagaan kelompok merupakan syarat untuk dapat mengakses bantuan
permodalan dari pihak lain seperti bank. Hal penting dalam
sebuah kelembagaan kelompok adalah tersusunnya dengan jelas struktur
kelembagaan mulai dari ketua, sekretaris, ketua bidang dan anggota yang
memiliki tanggung jawab, hak dan kewajiban masing-masing secara jelas. Susunan
dan jumlah personil dalam kepengurusan kelembagaan kelompok disesuaikan dengan
kebutuhan.
b.
Aturan dalam kelompok
Sebuah kelompok harus
memiliki aturan yang disusun dan disepakati bersama melalui musyawarah semua
anggota kelompok. Dalam aturan kelompok tersebut berisi tentang hak dan kewajiban
bagi seluruh anggota, serta sanksi bagi bagi yang tidak menaati. masing masing kegiatan dalam kelompok dapat dibuatkan aturan agar setiap anggota dapat terlibat dengan aktif dalam kelompok. adanya aturan membuat kelompok memiliki pegangan dalam pengambilan keputusan dalam pengembangan kelompok.
c.
Pengelolaan
Kas Kelompok
Agar usaha kelompok dapat terus berkembang maka kelompok peternak perlu memiliki kas kelompok. Kas kelompok dapat bersumber dari iuran anggota setiap bulan, keuntungan asset kelompok atau bantuan dari pihak lain. Pengelolaan kas kelompok harus disepakati bersama dalam musyawarah sehingga seluruh anggota merasa memiliki dan merasa bertanggungjawab terhadap perkembangan kas kelompok.
d. Administrasi kelompok
Pengadmnitrasian kegiatan kelompok merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mennunjukkan identitas dari lebaga tersebut. beberapa buku adminitrasi kelompok yang harus dimiliki oleh kelompok diantaranya : buku tamu, buda daftar anggota, buku inventaris barang, buku rapat, buku kas, buku tindakan medis ternak, buku data penjualan dan pembelian ternak dll.
STRATEGI PENDAMPINGAN EFEKTIP
Strategi
pencapaian melalui pendekatan tersebut diatas tidak akan banyak memberikan
hasil bila tidak dilakukan pendampingan secara efektif. Yang kami maksud
pendampingan efektip adalah proses pendampingan secara intensif dan terus
menerus mulai dari proses penyadaran permasalahan yang dihadapi kelompok,
potensi kelompok, strategi aplikasi solusi terhadap persoalan berdasarkan potensi
yang dimiliki, proses perencanaan, proses menjalankan solusi hinga pada proses
evaluasi dari solusi yang telah dijalankan apakah efektif menjawab persoalan
atau belum optimal. Proses pendampingan adalah sebuah poses membangun swadaya
kelompok agar mandiri. pendampingan yang ada dan dilakukan oleh petugas atau penyuluh untuk bidang peternakan masih sangat kurang. hal ini dikarenakan jumlah tenaga pendamping penyuluh peternakan yang masih terbatas dan masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah kelompok peternak yang ada. selain itu Dinas terkait masih kurang aktif dalam melibatkan penyuluh dalam proses pendampingan kelompok yang ada sehingga di lapangan masih ditemukan ke senjangan antara penyuluh dan kelompok jika dibandingkan dengan pendampingan penyuluh di kegiatan pertanian khususnya tanaman pangan. oleh itu sinergi antara dinas terkait dengan penyuluh harus segera dibangun guna mencapai tujuan NTB BSS dan Swasembada daging. beberapa jenis pendampingan yang dapat dilakukan diantaranya adalah :
a Integritas Pendamping Integritas pendamping sangat berpengaruh
dalam proses pendapingan karena hal itu akan menumbuhkan kepercayaan dari
seluruh anggota.
b. Mendampingi sepenuh hati
c. Membangun penyadaran terhadap permasalahan
dan potensi kelompok
d. Membangun keyakinan
e. Learning by doing
f.
Belajar dari “Farmer to farmer”
g.
Membentuk petani guru
Majalah SWADAYA
sri astuti
●
Selasa, 23 Juli 2013
0
komentar
Terimakasih Majalah Swadaya, Media Agribisnis, Ternak dan Pangan
volume 3 edisi 23 juli 2013
smoga tulisanya bisa menginspirasi pemuda untuk bergerak di bidang pertanian, karena kita BISA membawa perubahan untuk pertanian Indonesia yang lebih baik.
panen horti di lahan pak said
sri astuti
●
Rabu, 26 Juni 2013
0
komentar
Panen perdana holtukultura di lahan kleompok tani estfet hidup di hadiri oleh Bupati sumbawa barat, pemda dan petani holtikultura se kecamatan taliwang, kegiatan panen raya yang di sponsori oleh PT east west seed indonesia, Bupati sumbawa barat menyambut gembira semangat petani yng brgerak di bidang holtikultur, karena kebutahan dan peluang pasar untuk holti masih trbuka luas di kabupaten sumbawa barat.
Petani yang membutuhkan bimbingan dan arah tentang pertanian holti akan di diberikan oleh penyuluh dan pendamping perusahan panah merah, dukungan pemerintah juga diberikan dengan di sediakanya pinjaman modal usaha bagi petani holtikultura dengan hanya mengembalikan modal usaha karena pemerintah memberikan bantuan subsidi bungan pinjaman.
Paradikma petani harus dirubah dari petani menjadi usaha tani sehingga paradikma pertanianya memperhatikan kebutuhn pasar.
Tata Motor Indonesia
sri astuti
●
Selasa, 11 Juni 2013
0
komentar
Rencana Perubahan Bersama Indonesia
Terimakasih Tata Motor Indonesia ................................
Pemuda dan Pertanian
sri astuti
●
0
komentar
PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Pertanian identik dengan
pekerjaan orang orang tua, yang renta dan tak memiliki pilihan pekerjaan yang
lain, sementara para pemuda lebih memilih pekerjaan yang lain yang menurut
mereka lebih menjanjikan dan bergensi. Dari cerita kebanyakan tentang profil
petani yang ada di Indoneisa adaalah petani yang tak berdaya dan sering di
berdayakan melalui beberapa program baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.
Namun dalam kenyataanya masih banyak petani yang hidup dibawah garis
kemiskinan. Belum lagi permasalah dengan kekeringan, hujan yang berlebih, cuaca
yang tidak menentu dan berbagai serangan hama penyakit.
Dengan pemilikan lahan
rata-rata kurang dari 0,5 hektar, infrastruktur pertanian yang kurang memadai,
organisasi petani dan kualitas sumberdaya manusia yang lemah, masih rendahnya
dukungan kelembagaan dan manajemen pengelolaan pertanian yang belum mengarah ke
kaidah bisnis, telah mengakibatkan usahatani menjadi kurang menarik secara
ekonomis, karena belum mampu memberikan jaminan sebagai sumber pendapatan untuk
hidup secara layak.
Segala permasalahan yang
dialami petani dalam usaha taninya dan bidang pertanian dalam konteks
pembangunannya, setidaknya dapat dicarikan jalan keluar melalui upaya
pencapaian 6 tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu, beberapa peran yang dapat
diambil oleh para pemuda antara lain adalah :
1. Mengambil peran besar dalam
proses pembuatan kebijakan sektor pertanian
Kebijakan-kebijakan pertanian
yang dihasilkan oleh Pemerintah ataupun oleh Pemerintah dan DPR perlu mendapat
masukan dan pengawalan yang kritis dan konstrkutif dari para pemuda yang
reformis. Pada fase inilah, para pemuda dapat mengeluarkan gagasan-gagasan
cemerlangnya guna kemajuan petani dan pertanian Indonesia.
Namun demikian, seyogyanya
perlu ada pengetahuan dan pemahaman yang cukup mendalam dan komprehensif
terkait kondisi riil pertanian dengan segala permasalahannya serta dengan
formulasi jalan keluarnya. Jangan sampai, para pemuda yang memiliki idealisme
dan kekuatan cara berpikir tidak mampu mengoptimalkan apa yang mereka miliki untuk
peka terhadap permasalahan yang terjadi. Apabila para pemuda memiliki
pengetahuan yang mendalam dan punya data-data empirik, tentunya akan sangat
bermanfaat bagi pembuatan kebijakan di sektor pertanian.
Peran besar tersebut tidak
hanya berlaku di tataran nasional. Peran yang sama juga bisa diberikan dalam
tataran lokal kewilayahan, terutama di era otonomi daerah. Untuk daerah-daerah
agribisnis, para pemuda diharapkan kritis memberikan masukan penting bagi
Pemerintah Daerah. Keberpihakan Pemerintah Daerah, baik dalam konteks kebijakan
ataupun alokasi anggaran untuk sektor pertanian perlu dikritisi secara cerdas.
Adalah hal yang tidak logis apabila sebagian besar penduduk hidup dari
pertanian dan sebagian besar wilayahnya juga wilayah pertanian, namun alokasi
anggarannya sangat kecil dibanding sektor yang lain. Membangun pertanian dengan
mengentaskan kemiskinan petani – yang notabene bagian penduduk terbesar –
adalah sama dengan menyelesaikan sebagian besar masalah yang kita hadapi.
2. Melakukan pengawasan terhadap
program-program pertanian
Peran penting tidak hanya
berhenti dalam kontribusi pemikiran kebijakan. Satu hal yang juga mendesak
adalah bagaimana agar program yang telah disusun dapat direalisasikan sesuai
dengan sasaran dan target yang telah ditetapkan. Banyak program pemberdayaan
petani ataupun bantuan untuk petani ternyata tidak dinikmati oleh petani,.
Kenapa hal tersebut terjadi?
Setidaknya, kita dapat melihat bahwa proses pengawasan yang wewenangnya
diberikan kepada daerah melalui pembentukan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida
(KP3) tidak berjalan optimal. Disinilah peran pemuda dapat diberikan untuk
menambal lemahnya sistem pengawasan tersebut.
3. Melakukan pencerdasan,
pendampingan, dan upaya pemberdayaan petani
Pemuda pada dasarnya adalah
bagian dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang sebagian
besar hidup dari sektor pertanian. Keberadaan pemuda di tengah masyarakat
setidaknya dapat memberikan peluang pemberdayaan bagi masyarakat yang rata-rata
berpendidikan rendah.
Salah satu hal yang dapat
diberikan dalam konteks pencerdasan, pendampingan, dan pemberdayaan petani
adalah dengan turut serta membangun kelembagaan petani. Berdasarkan pengalaman
masa lalu, pengembangan kelembagaan petani cenderung tidak berlangsung lestari
karena pengembangan kelembagaan tersebut tidak secara konsisten disertai dengan
pemberdayaan petani. Pemberdayaan petani merupakan upaya-upaya yang dilakukan
dalam rangka meningkatkan kemampuan petani sehingga secara mandiri mampu
mengembangkan diri dan usahanya secara berkelanjutan.
Pemberdayaan petani perlu
dilakukan melalui penciptaan iklim kondusif yang memungkinkan petani
berkembang, memperkuat potensi dan daya saing yang dimiliki petani, dan
memberikan perlindungan yang secukupnya. Untuk itu, pemberdayaan petani
merupakan proses pembelajaran yang harus dilaksanakan secara terus-menerus guna
meningkatkan partisipasi dan kemampuan petani (pelaku usaha pertanian). Sasaran
pemberdayaan adalah meningkatnya kemampuan petani (pelaku usaha pertanian)
untuk mengelola usaha dan memanfaatkan akses terhadap sumberdaya lahan, air,
alat dan mesin pertanian, permodalan, teknologi dan informasi usaha/pasar.
4. Memberikan advokasi-advokasi pertanian
Ketidakberdayaan petani menghadapi
sistem yang tidak menguntungkan perlu mendapat pendampingan dari para pemuda.
Ketidakberdayaan mereka menghadapi sistem ijon, rentenir, ataupun
ketidakberdayaan menghadapi tengkulak ataupun pedagang dapat dijadikan wahana
para pemuda untuk memberikan kontribusinya.
Contoh adalah advokasi petani tembakau
yanga ada di Pulau Lombok. Kelemahan posisi petani tembakau dalam penentuan greade
kwalitas daun tembakaunya oleh pihak pabrik tentunya dapat diminimalisisr oleh
lembaga pemuda. Para pemuda dapat berperan dalam pengawasan penentuan penentuan
greade kwalitas tembakau yang transparan dan jujur. Apabila ini dilakukan,
nilai kerugian yang dialami petani akibat penentuan greade daun tembakau yang
dinilai kurang tepat dapat dikurangi.
5. Menjadi SDM pembangunan
pertanian
Saat ini banyak pemuda
Indonesia yang memiliki cita-cita berkiprah diluar sektor pertanian. Tentunya,
hal tersebut adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun demikian, setidaknya
masih diperlukan para pemuda yang memiliki komitmen utnuk terjun membangun
sektor pertanian.
Tren
resesi dunia yang mengarah pada krisis pangan dan energi setidaknya akan
menjadi peluang besar bagi tumbuhnya usaha tani atau usaha sektor pertanian.
Apabila para pemuda yang memeiliki kekuatan dan semangat yang tinggi terjun ke
dunia pertanian, tentunya negara ini masih punya harapan untuk melihat naiknya
kesejahteraan petani Indonesia. Dengan pengelolaan dan manajemen yang baik
usaha agribisnis pertanian yang dikelola pemuda tentnya akan dapat berkembangan
dengan baik. Media pemasaran yang tidak hanya dilaukan secara koknvensional
namuan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan media online yang ada. Tidak
sedikit saat ini pemuda yang sukses di usia muda yang bergerak di bidang
pertanian. Dukungan pemerintah dalam menumbuh kembangakan petani muda dalam
berbagai program kewirausahaan pemuda dapat dimanfaatkan untuk pengembangan
agribisnis pertanian. Peluang yang ada dan kesempatan yang terbuka luas
seharusnya menjadi mortivasi bagai pemuda untuk melakukan kegiatan agribisnis
pertanian, SALAM SUKSES PEMUDA TANI PERTANIAN INDONESIA.
Sang Juara Kreatifitas
sri astuti
●
Selasa, 07 Mei 2013
0
komentar
Lomba kreatifitas guru dan anak tingkat Kab. Sumbawa Barat berlangsung di Lapangan Taliwang, 7 Mei 2013 yang di ikuti oleh PKG se kabupaten Sumbawa Barat, setiap PKG menampilkan karya masing masing Paud dan TK yang ada di kecamata, selaian itu juga beragam tampilan dan pentas seni di sajikan oleh siswa didik sejak acara di mulai pagi hari hingga acara penutupan. Kegiatan kreatifitas yang di buka langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat berlangsung demgan meriah.
Di akhir cara pada sore harinya, panitia pelaksana mengumukan hasil penjuruan kreatifitas guru dan siwa yang di juarai oleh tim PKG kecamatan Jereweh dan di tempat le dua Tim PKG Kec Taliwang dan di urutan ke tiha Tim PKG Kec. Brang Ene. Tim PKG Kec. Jereweh ,menampilkan hasil karya guru dan siswa yang banyak mengunakan bahan bekas sebagaia bahan utama pembuatan karya, karya di tampilkan adalah karya yang mudah di ikuti oleh anak dan memiliki nilai pembelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
Search this blog
Popular Posts
-
Pembuatan Daging SeI Sapi (Pengolahan daging khas NTT) Penilaian Kwalitas Sei hasil pelatihan oleh Widya Iswara ( Ir. Wiwiek Yuniarti...
-
Penyakit Blas Pada Tanaman Padi Dan Cara Pengendaliannya Ciri tanaman yang terkena penyakit blas dan menyebabkan bulir padi hampa ...
-
Sekolah lapangan adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, me...
-
Administrasi Kelompok Tani Dalam suatu organisasi, administrasi merupakan segenap rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan sekelompok ...
-
PETUNJUK TEKNIS PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK oleh : Sri Astuti, S.Pt. PPL Kelurahan Dalam Kec. Taliwang BAB I 1. ...
-
PEMBUATAN ABON TELUR Hasil Pelatihan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak di Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Widyaiswara :...
-
Pembinaan Kelompok Lang Glampok Jereweh Peternak Sukses dengan jumlah sapi diatas 600 ekor Nama : M...
-
PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN Pertanian identik dengan pekerjaan orang orang tua, yang renta dan tak memiliki pilihan pekerja...
-
Foto Kegiatan Tanam Simbolis di Kelompok Tani Ai Petung Kec. Taliwang Bersama Bupati Sumbawa Barat, Kepala DISHUBUNTAN Kepala BKP5K, DANRA...
-
Pembuatan Kolam Terpal Pada prakteknya, terdapat dua jenis kolam terpal berdasarkan tempat dimana pembuatan dan penyimpanan kolam ter...
Labels
- Kelompok Tani (1)
- PAUD (2)
Diberdayakan oleh Blogger.
Lihat juga tentang
Total Tayangan Halaman
ILUNG FAMILY
GENERASI 3
Labels
- Kelompok Tani (1)
- PAUD (2)












