Kegiatan SP3 Dulu

0 komentar


Peningkatan Kapasitas Kelompok Peternakan

0 komentar


Untuk  mewujudkan pencapaian NTB BSS atau swasembada daging sapi, tidak bisa hanya melalui pendekatan teknis pada ternaknya tetapi harus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia yaitu pelaku utama peternakan melalui kelembagaan kelompok peternak.
a.   Kelembagaan kelompok
Keberadaan kelembagaan kelompok peternak sangat penting, sehingga lebih mudah diorganisir dalam proses pendampingan dan pembinaan peternak baik dari penyuluh maupun pihak lain yang ingin ikut berkontribusi membangun dunia peternak. Di samping itu keberadaan kelembagaan kelompok merupakan syarat untuk dapat mengakses bantuan permodalan dari pihak lain seperti bank. Hal penting dalam sebuah kelembagaan kelompok adalah tersusunnya dengan jelas struktur kelembagaan mulai dari ketua, sekretaris, ketua bidang dan anggota yang memiliki tanggung jawab, hak dan kewajiban masing-masing secara jelas. Susunan dan jumlah personil dalam kepengurusan kelembagaan kelompok disesuaikan dengan kebutuhan.
b.         Aturan dalam kelompok
Sebuah kelompok harus memiliki aturan yang disusun dan disepakati bersama melalui musyawarah semua anggota kelompok. Dalam aturan kelompok tersebut berisi tentang hak dan kewajiban bagi seluruh anggota, serta sanksi bagi bagi yang tidak menaati. masing masing kegiatan dalam kelompok dapat dibuatkan aturan agar setiap anggota dapat terlibat dengan aktif dalam kelompok. adanya aturan membuat kelompok memiliki pegangan dalam pengambilan keputusan dalam pengembangan kelompok. 
c.          Pengelolaan Kas Kelompok
            Agar usaha kelompok dapat terus berkembang maka kelompok peternak perlu memiliki kas kelompok. Kas kelompok dapat bersumber dari iuran anggota setiap bulan, keuntungan asset kelompok atau bantuan dari pihak lain. Pengelolaan kas kelompok harus disepakati bersama dalam musyawarah sehingga seluruh anggota merasa memiliki dan merasa bertanggungjawab terhadap perkembangan kas kelompok.
d.    Administrasi kelompok 
Pengadmnitrasian kegiatan kelompok merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mennunjukkan identitas dari lebaga tersebut. beberapa buku adminitrasi kelompok yang harus dimiliki oleh kelompok diantaranya : buku tamu, buda daftar anggota, buku inventaris barang, buku rapat, buku kas, buku tindakan medis ternak, buku data penjualan dan pembelian ternak dll. 

STRATEGI PENDAMPINGAN EFEKTIP
Strategi pencapaian melalui pendekatan tersebut diatas tidak akan banyak memberikan hasil bila tidak dilakukan pendampingan secara efektif. Yang kami maksud pendampingan efektip adalah proses pendampingan secara intensif dan terus menerus mulai dari proses penyadaran permasalahan yang dihadapi kelompok, potensi kelompok, strategi aplikasi solusi terhadap persoalan berdasarkan potensi yang dimiliki, proses perencanaan, proses menjalankan solusi hinga pada proses evaluasi dari solusi yang telah dijalankan apakah efektif menjawab persoalan atau belum optimal. Proses pendampingan adalah sebuah poses membangun swadaya kelompok agar mandiri. pendampingan yang ada dan dilakukan oleh petugas atau penyuluh untuk bidang peternakan masih sangat kurang. hal ini dikarenakan jumlah tenaga pendamping penyuluh peternakan yang masih terbatas dan masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah kelompok peternak yang ada. selain itu Dinas terkait masih kurang aktif dalam melibatkan penyuluh dalam proses pendampingan kelompok yang ada sehingga di lapangan masih ditemukan ke senjangan antara penyuluh dan kelompok jika dibandingkan dengan pendampingan penyuluh di kegiatan pertanian khususnya tanaman pangan. oleh itu sinergi antara dinas terkait dengan penyuluh harus segera dibangun guna mencapai tujuan NTB BSS dan Swasembada daging. beberapa jenis pendampingan yang dapat dilakukan diantaranya adalah : 
a Integritas Pendamping Integritas pendamping sangat berpengaruh dalam proses pendapingan karena hal itu akan menumbuhkan kepercayaan dari seluruh anggota.
b.  Mendampingi sepenuh hati
c.  Membangun penyadaran terhadap permasalahan dan potensi kelompok
d.  Membangun keyakinan
e.  Learning by doing
f. Belajar dari “Farmer to farmer”

g. Membentuk petani guru 

Majalah SWADAYA

0 komentar


Terimakasih Majalah Swadaya, Media Agribisnis, Ternak dan Pangan
volume 3 edisi 23 juli 2013
smoga tulisanya bisa menginspirasi pemuda untuk bergerak di bidang pertanian, karena kita BISA membawa perubahan untuk pertanian Indonesia yang lebih baik.

panen horti di lahan pak said

0 komentar





Panen perdana holtukultura di lahan kleompok tani estfet hidup di hadiri oleh Bupati sumbawa barat, pemda dan petani holtikultura se kecamatan taliwang, kegiatan panen raya yang di sponsori oleh PT east west seed indonesia, Bupati sumbawa barat menyambut gembira semangat petani yng brgerak di bidang holtikultur, karena kebutahan dan peluang pasar untuk holti masih trbuka luas di kabupaten sumbawa barat.
Petani yang membutuhkan bimbingan dan arah tentang pertanian holti akan di diberikan oleh penyuluh dan pendamping perusahan panah merah, dukungan pemerintah juga diberikan dengan di sediakanya pinjaman modal usaha bagi petani holtikultura dengan hanya mengembalikan modal usaha karena pemerintah memberikan bantuan subsidi bungan pinjaman.
Paradikma petani harus dirubah dari petani menjadi usaha tani sehingga paradikma pertanianya memperhatikan kebutuhn pasar.

Tata Motor Indonesia

0 komentar


Rencana Perubahan Bersama Indonesia
Terimakasih Tata Motor Indonesia ................................

Pemuda dan Pertanian

0 komentar

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN



Pertanian identik dengan pekerjaan orang orang tua, yang renta dan tak memiliki pilihan pekerjaan yang lain, sementara para pemuda lebih memilih pekerjaan yang lain yang menurut mereka lebih menjanjikan dan bergensi. Dari cerita kebanyakan tentang profil petani yang ada di Indoneisa adaalah petani yang tak berdaya dan sering di berdayakan melalui beberapa program baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Namun dalam kenyataanya masih banyak petani yang hidup dibawah garis kemiskinan. Belum lagi permasalah dengan kekeringan, hujan yang berlebih, cuaca yang tidak menentu dan berbagai serangan hama penyakit.
Dengan pemilikan lahan rata-rata kurang dari 0,5 hektar, infrastruktur pertanian yang kurang memadai, organisasi petani dan kualitas sumberdaya manusia yang lemah, masih rendahnya dukungan kelembagaan dan manajemen pengelolaan pertanian yang belum mengarah ke kaidah bisnis, telah mengakibatkan usahatani menjadi kurang menarik secara ekonomis, karena belum mampu memberikan jaminan sebagai sumber pendapatan untuk hidup secara layak. 
Segala permasalahan yang dialami petani dalam usaha taninya dan bidang pertanian dalam konteks pembangunannya, setidaknya dapat dicarikan jalan keluar melalui upaya pencapaian 6 tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu, beberapa peran yang dapat diambil oleh para pemuda antara lain adalah :
1.      Mengambil peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor pertanian
Kebijakan-kebijakan pertanian yang dihasilkan oleh Pemerintah ataupun oleh Pemerintah dan DPR perlu mendapat masukan dan pengawalan yang kritis dan konstrkutif dari para pemuda yang reformis. Pada fase inilah, para pemuda dapat mengeluarkan gagasan-gagasan cemerlangnya guna kemajuan petani dan pertanian Indonesia.
Namun demikian, seyogyanya perlu ada pengetahuan dan pemahaman yang cukup mendalam dan komprehensif terkait kondisi riil pertanian dengan segala permasalahannya serta dengan formulasi jalan keluarnya. Jangan sampai, para pemuda yang memiliki idealisme dan kekuatan cara berpikir tidak mampu mengoptimalkan apa yang mereka miliki untuk peka terhadap permasalahan yang terjadi. Apabila para pemuda memiliki pengetahuan yang mendalam dan punya data-data empirik, tentunya akan sangat bermanfaat bagi pembuatan kebijakan di sektor pertanian.
Peran besar tersebut tidak hanya berlaku di tataran nasional. Peran yang sama juga bisa diberikan dalam tataran lokal kewilayahan, terutama di era otonomi daerah. Untuk daerah-daerah agribisnis, para pemuda diharapkan kritis memberikan masukan penting bagi Pemerintah Daerah. Keberpihakan Pemerintah Daerah, baik dalam konteks kebijakan ataupun alokasi anggaran untuk sektor pertanian perlu dikritisi secara cerdas. Adalah hal yang tidak logis apabila sebagian besar penduduk hidup dari pertanian dan sebagian besar wilayahnya juga wilayah pertanian, namun alokasi anggarannya sangat kecil dibanding sektor yang lain. Membangun pertanian dengan mengentaskan kemiskinan petani – yang notabene bagian penduduk terbesar – adalah sama dengan menyelesaikan sebagian besar masalah yang kita hadapi.
2.      Melakukan pengawasan terhadap program-program pertanian
Peran penting tidak hanya berhenti dalam kontribusi pemikiran kebijakan. Satu hal yang juga mendesak adalah bagaimana agar program yang telah disusun dapat direalisasikan sesuai dengan sasaran dan target yang telah ditetapkan. Banyak program pemberdayaan petani ataupun bantuan untuk petani ternyata tidak dinikmati oleh petani,.
Kenapa hal tersebut terjadi? Setidaknya, kita dapat melihat bahwa proses pengawasan yang wewenangnya diberikan kepada daerah melalui pembentukan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) tidak berjalan optimal. Disinilah peran pemuda dapat diberikan untuk menambal lemahnya sistem pengawasan tersebut.
3.      Melakukan pencerdasan, pendampingan, dan upaya pemberdayaan petani
Pemuda pada dasarnya adalah bagian dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang sebagian besar hidup dari sektor pertanian. Keberadaan pemuda di tengah masyarakat setidaknya dapat memberikan peluang pemberdayaan bagi masyarakat yang rata-rata berpendidikan rendah.
Salah satu hal yang dapat diberikan dalam konteks pencerdasan, pendampingan, dan pemberdayaan petani adalah dengan turut serta membangun kelembagaan petani. Berdasarkan pengalaman masa lalu, pengembangan kelembagaan petani cenderung tidak berlangsung lestari karena pengembangan kelembagaan tersebut tidak secara konsisten disertai dengan pemberdayaan petani. Pemberdayaan petani merupakan upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan petani sehingga secara mandiri mampu mengembangkan diri dan usahanya secara berkelanjutan.
Pemberdayaan petani perlu dilakukan melalui penciptaan iklim kondusif yang memungkinkan petani berkembang, memperkuat potensi dan daya saing yang dimiliki petani, dan memberikan perlindungan yang secukupnya. Untuk itu, pemberdayaan petani merupakan proses pembelajaran yang harus dilaksanakan secara terus-menerus guna meningkatkan partisipasi dan kemampuan petani (pelaku usaha pertanian). Sasaran pemberdayaan adalah meningkatnya kemampuan petani (pelaku usaha pertanian) untuk mengelola usaha dan memanfaatkan akses terhadap sumberdaya lahan, air, alat dan mesin pertanian, permodalan, teknologi dan informasi usaha/pasar.

4.      Memberikan advokasi-advokasi pertanian
Ketidakberdayaan petani menghadapi sistem yang tidak menguntungkan perlu mendapat pendampingan dari para pemuda. Ketidakberdayaan mereka menghadapi sistem ijon, rentenir, ataupun ketidakberdayaan menghadapi tengkulak ataupun pedagang dapat dijadikan wahana para pemuda untuk memberikan kontribusinya.
Contoh adalah advokasi petani tembakau yanga ada di Pulau Lombok. Kelemahan posisi petani tembakau dalam penentuan greade kwalitas daun tembakaunya oleh pihak pabrik tentunya dapat diminimalisisr oleh lembaga pemuda. Para pemuda dapat berperan dalam pengawasan penentuan penentuan greade kwalitas tembakau yang transparan dan jujur. Apabila ini dilakukan, nilai kerugian yang dialami petani akibat penentuan greade daun tembakau yang dinilai kurang tepat dapat dikurangi.
5.      Menjadi SDM pembangunan pertanian
Saat ini banyak pemuda Indonesia yang memiliki cita-cita berkiprah diluar sektor pertanian. Tentunya, hal tersebut adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun demikian, setidaknya masih diperlukan para pemuda yang memiliki komitmen utnuk terjun membangun sektor pertanian.
         Tren resesi dunia yang mengarah pada krisis pangan dan energi setidaknya akan menjadi peluang besar bagi tumbuhnya usaha tani atau usaha sektor pertanian. Apabila para pemuda yang memeiliki kekuatan dan semangat yang tinggi terjun ke dunia pertanian, tentunya negara ini masih punya harapan untuk melihat naiknya kesejahteraan petani Indonesia. Dengan pengelolaan dan manajemen yang baik usaha agribisnis pertanian yang dikelola pemuda tentnya akan dapat berkembangan dengan baik. Media pemasaran yang tidak hanya dilaukan secara koknvensional namuan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan media online yang ada. Tidak sedikit saat ini pemuda yang sukses di usia muda yang bergerak di bidang pertanian. Dukungan pemerintah dalam menumbuh kembangakan petani muda dalam berbagai program kewirausahaan pemuda dapat dimanfaatkan untuk pengembangan agribisnis pertanian. Peluang yang ada dan kesempatan yang terbuka luas seharusnya menjadi mortivasi bagai pemuda untuk melakukan kegiatan agribisnis pertanian, SALAM SUKSES PEMUDA TANI PERTANIAN INDONESIA.


Sang Juara Kreatifitas

0 komentar




Lomba kreatifitas guru dan anak tingkat Kab. Sumbawa Barat berlangsung di Lapangan Taliwang, 7 Mei 2013 yang di ikuti oleh PKG se kabupaten Sumbawa Barat, setiap PKG menampilkan karya masing masing Paud dan TK yang ada di kecamata, selaian itu juga beragam tampilan dan pentas seni di sajikan oleh siswa didik sejak acara di mulai pagi hari hingga acara penutupan. Kegiatan kreatifitas yang di buka langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat berlangsung demgan meriah.
Di akhir cara pada sore harinya, panitia pelaksana mengumukan hasil penjuruan kreatifitas guru dan siwa yang di juarai oleh tim PKG kecamatan Jereweh dan di tempat le dua Tim PKG Kec Taliwang dan di urutan ke tiha Tim PKG Kec. Brang Ene. Tim PKG Kec. Jereweh ,menampilkan hasil karya guru dan siswa yang banyak mengunakan bahan bekas sebagaia bahan utama pembuatan karya, karya di tampilkan adalah karya yang mudah di ikuti oleh anak dan memiliki nilai pembelajaran.

 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes