Kembali ke PAUD

0 komentar

Ada rasa senang ketika kembali lagi bersama di PAUD Bukit Lempayan, seperti ada yang kembali setelah lama pergi, ada banyak tantangan ada banyak mimpi ada banyak cita cita ada banyak tantangan ada banyak cerita ada banyak rancana rencana membangun anak bangsa smoga kegiatan ini berjalan dengan lancar

Pembinaan kelompok peternakan

0 komentar

Kelompok peternakan kebun kopi yang berada di kelurahan dalam kecamatan taliwang ksb merupakan kelompok peternakan mandiri, kelompok yang berdiri 12 desember 2011 ini telah di kukuk kan menjadi kelompok pemula pada bulan april 2012, hal ini dibuktikan dengan telah di keluarkanya kelas kelompok pemula oleh lurah dalam kecamatan taliwang ksb, Kegiatan pendampingan telah di lakukan untuk meningkatkan peran serta peternak dalam kelompok, beberapa kegiatan penyuluhan yang telah di lakukan diantaranya : 1. pendampingan administrasi kelompok 2. penyuluhan tentang manajemen kandang, usaha, kesehatan 3. pendampingan kelompok tentang peningkatan kegiatan petrnakan 4. dinamika kelompok Kelompok petrnakan kebun kopi yang di pimpin bapak haedar dengan jumlah anggota 15 orang bergerak dalam kegiatan usaha penggemukan sapi bali, dengan modal usaha mandiri, anggota dan kelompok merencanakan kegiatan usahanya, konsep petrnakan dengan memanfaatkan limbah tahu dan tempe sebagai pakan ternak telah memberikan konstribusi pada peningkatan pendapatan anggota, "dulu biasa nya kita pelihara sapi 1 sampai 2 tahun untuk penggemukan, sekarang dengan memanfaatkan limbah tahu dan tempe kita bisa panen 5 bulan dan paling lama 6 hulan sejak pembelian bibit" ungkap bapak mahmud djafar salah seorang anggota kelompok. peningkatan pendapatan juga di ungkapkan oleh margauddin salah satu anggota " bibit sapi kita beli dengan kisaran harga Rp. 2.500.000, umur 1,5 tahun, lalu kita pelihara 6 bulan bisa kita jual Rp. 6.000.000, dengan mengeluarkan biaya pakan untuk pembelian ampas tahu atau tempe Rp.10.000/10 hariatau dengan total pengeluaran untuk pembelian ampas tahu Rp. 180.000 dan biaya kesehatan sekitar Rp. 50.000 (untuk suntik cacing dan vitamin ), keuntungan yang di peroleh lumayan banyak" dengan berkelompok anggota bisa merencanakn penjualan secara bersama sama sehingga informasi harga jual ternak di pasar bisa di ketahui, dan penjualan yang terkoordinasi, peternak dapat mempertahnkan harga ternaknya. menjelang penilai kelas kelompok untuk wilayah kerja penyuluh pertanian kelurahan dalam buln juni mendatang,kelompkk telah mempersiapkan kelengkapan administrasi kelompok.

Panen Raya

0 komentar

kegiatan panen raya di desa ai, kangkung kecamatan sekongkang kabupaten sumbawa barat ntb petani menanamtanaman padi beras merah varitas sibundong, hasil ubinan memperkirakan produksi perhektar mencapai 8,3 ton, dengan sisten organik, petani memperoleh pembinaan dari ypsb dan bp4k, panen raya di hadiri juga oleh bupati sumbawa barat dan muspida daerah sumbawa barat,acara yang di sponsori oleh PT. NNT meriah dengan hadirnya petani dari kecamatan lainya se kabupaten sumbawa barat.

foto hari ini

0 komentar

gerakan bersama

0 komentar



Indonesia GO GREEN

0 komentar


Pemanfaat Pekarangan Rumah

Tanaman labu yang di gantung menjadi hiasan di halamn rumah


Tanpa banyak disadari bahwa lahan pekarangan bila dikelola secara optimal dan terencana dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk menunjang kebutuhan gizi keluarga, sekaligus untuk keindahan (estetika).
Lahan pekarangan dapat dikembangkan sebagai apotik hidup dengan menanami tanaman obat keluarga (TOGA) dan gizi hidup dengan menanam berbagai buah-buahan dan sayuran.
Dalam mengelola lahan pekarangan sebaiknya kita menyusun suatu perencanaan penataan lahan pekarangan sehingga areal lahan yang akan dikelola dapat dimanfaatkan secara optimal dan produktif secara berkelanjutan
•       Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasnya
•       Karena letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. 
Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain:
•       Sumber pangan, sandang dan papan bagi penghuni rumah
•       Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi,
•       Lingkungan hidup bagi berbagai jenis satwa,
•       Pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk kenyamanan,
•       Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen,
•       Tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah,
•       Melindungi tanah dari kerusakan erosi
•       Tempat pendidikan bagi anggota keluarga
Pengolahan lahan
•       Tahap ini merupakan tahap awal dalam berkebun. Lahan perlu dibersihkan dari tanaman liar. Upayakan pembersihan lahan tidak menggunakan bahan kimia karena residunya dalam tanah akan mengurangi produktivitas tanah.
•       Bila tanah berwarna gelap dan gembur, kita hanya perlu memberikan pupuk tambahan pada saat penanaman. Sedangkan bila tanah berwarna agak terang, pucat, dan padat maka kita perlu mengolahnya secara intensif dengan mencangkul untuk mengemburkan tanah dilanjutkan dengan memberikan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos)
Menentukan jenis tanaman
•       Pilihlah jenis tanaman yang bermanfaat bagi keperluan rumah tangga baik untuk obat atau kesehatan (kunyit, jahe, temulawak, mengkudu) dan keperluan dapur (cabe, tomat, sereh, sayuran,) serta pelengkap gizi keluarga (pepaya , pisang , jeruk dan lain-lain).
•       Upayakan menanam beragam jenis tanaman dengan maksud untuk mencegah adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Untuk tujuan estetika, pilihan tanaman yang memiliki figure menarik
Menetukan tata letak
•       Pada prinsipnya semua tanaman memerlukan sinar matahari yang cukup sepanjang hari.
•       Tempatkan jenis-jenis yang berukuran kecil mulai dari bagian Timur dan tempatkan jenis tanaman yang berukuran besar seperti buah-buahan di bagian sebelah Barat. Hal ini dimaksudkan agar jenis tanaman yang besar tidak menaungi/menghalangi sinar matahari terhadap tanaman yang kecil.
•       Demikian pula kerapatan dan populasi tanaman perlu diperhatikan karena mempengaruhi efisiensi penggunaan cahaya matahari serta persaingan antar tanaman dalam menggunakan air dan unsur hara. Aturlah tata letak sedemikian rupa yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan misalnya jangan sampai menghalangi jalan masuk, menghalangi pandangan, dan sebagian tanaman atau kotoran masuk ke areal kebun tetangga
Pemeliharaan
•       Tahap pemeliharaan baik untuk lahan maupun tanaman merupakan hal yang harus selalu diperhatikan. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan lahan dari rumput-rumput liar, bertujuan untuk mencegah kompetisi nutrisi tanaman dari tanah selain untuk keberhsihan dan keindahan. Sisa-sisa tanaman dan rumput sebaiknya dikeringkan lalu dikubur ke dalam tanah dalam-dalam karena dapat meningkatkan kesuburan tanah. Sisa tanaman dan serasah ini dapat juga diproses untuk dijadikan pupuk organik atau kompos.
•       Pemberian air dengan cara penyiraman secara kontinyu sangat penting terutama pada tanaman yang berumur muda dan baru tumbuh, untuk selanjutnya aktivitas penyiraman ini dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan lahan pekarangan apakah kekeringan atau basah (lembab). Salah satu upaya untuk mempertahankan ketersediaan air di lahan pekarangan adalah dengan membuat kolam.


Proses Pembuatan Sei Sapi

0 komentar


Pembuatan Daging SeI Sapi
(Pengolahan daging khas NTT)
Penilaian Kwalitas Sei hasil pelatihan oleh Widya Iswara ( Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si.) 
Sei yang telah di kyuring dan digantung sebentar untuk  mengeluarkan air



Oleh oleh
pelatihan teknologi hasil peternakan
Di BBPP Kupang


Daging se’i (daging asap) merupakan produk olahan tradisional yang telah populer di NTT.  Daging se’i yang diolah oleh masyarakat NTT secara tradisional umumnya menggunakan garam dapur, sendawa chili/salpeter, daging sapi dan kayu serta daun kusambi (Schleichera Oleasa) sebagai sumber asap. Pengasapan dengan menggunakan kayu dan daun kusambi memberikan aroma daging asap yang khas dan berpengaruh terhadap warna daging yaitu daging menjadi merah mengkilap  atau merah cerah.
Kelebihan yang dapat diperoleh dari proses pengolahan daging se’i adalah bahwa daging yang diasapi dapat disimpan lebih lama dan palabilitasnya tinggi, meskipun derajat kesukaan sepenuhnya tergantung kepada selera konsumen.
Umunya dalam  pengolahan daging se’i daging yang digunakan masih segar, warna merah cerah, terdiri dari serat-serat bergaris melintang yang arahnya sejajar dan daging harus bebas dari penyakit .
Proses Pembuatan Sei sebagai berikut : 
Proses pelunakan daging:
·         Proses pengirisan daging selebar ± 2 jari dan setebal ±3 cm tdk terlalu tebal dan tdk terlalu tipis, serta seragam, serta masih utus memanjang.
·         Dalam proses pelunakan ini, apabila daging yg digunakan terlalu tua/keras, maka dapat digunakan papain utk merendam daging tsb agar sedikit lunak. Sering juga digunakan cara tradisional dengan cara daging yg telah dipotong dicampur dengan daun papaya atau ditumbuk/digepuk dengan tujuan mematahkan serat-serat daging supaya menjadi lunak.
·         Dalam proses pelunakan dengan cara ini, upayakan agar daging tidak terlalu hancur karena akan menghasilkan sei yg kurang baik. Cara lain untuk mendapatkan se’I yang empuk adalah dengan mengirisnya dengan arah serat melintang sehingga mudah pada saat dikunyah.

Proses kyuring (direndam dalam bumbu) :
·         Kyuring merupakan proses perendaman daging yg telah diiris dan ditumbuk. Sebagai bahan utk kyuring adalah campuran antara garam dan garam salpeter atau NaNO2 /KNO3/garam sendawa (jika ada) dengan formulasi umum garam (NaCl) sebanyak 1-2% utk 1 kg daging (± 1 sendok makan) dan garam saltpeter 500/mg atau 0,05% untuk 1 kg bahan/daging sapi.
·         Bahan-bahan tersebut dilarutkan dengan air secukupnya dan dilakukan proses kyuring selama 6-12 jam.
·         Setelah dilakukan proses kyurin daging diangkat, digantung untuk mengeluarkan air dari daging dan sisa –sisa darah selama 1-2 jam. Proses ini sangat penting sebab apabila daging yang tidk ditiriskan terlebih dulu tapi langsung di asap akan menghasilkan se’I yg berwarna merah kehitaman.


Pengasapan:
·         Setelah daging di kyuring dan digantung  kemudian diasap dengan menggunakan tungku batu atau drum pengasap (sesuai alat yang ada) dan sebagai bahan bakarnya adalah kayu api/arang yang berasal dari kayu jenis kusambi.. pada bagian atas daging ditutupi juga dengan daun kusambi, penutupan ini memberikan pengaruh pada aroma seI yang akan di hasilkan.
·         Pada proses pengasapan, yg perlu diperhatikan adalah kayu api/arang, jangan sampai mengeluarkan nyala api pada saat pengasapan dan jarak antara daging dengan bara api ± 30 cm . Hal ini akan mempengaruhi hasil dimana nyala api akan membuat daging terbakar dan hangus.
·         Proses pengasapan 15-30 menit tergantung pada panas yang diberikan dan jumlah daging serta besarnya alat yang digunakan. Pada saat mengasap daging harus dibalik-balik agar semua permukaan merata .
Penyimpanan :
·         Daging hasil olah menjadi Sei dapat di simpan lebih lama
·         Penyumpanan di ruang terbuka dapat dilakukan seperti penyumpanan ikan asap yaitu di letakkan di atas tungku perapian memasak (secara tradisional)
·         Atau di simpan dalam lemari pendinggin

 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes