PROFIL PESERTA PEMUDA ANDALAN NUSANTARA 2010 PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

2 komentar


Berawal dari program Sarjana Penggerak Pembanggunan di Pedesaan Program Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga angkatan XVII tahun 2007, Sri Astuti, S.Pt, mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan mengabdi pada masyarakat. Pemuda kelahiran Lombok Barat 14 Januari 1983 itu ditempatkan di Desa Persiapan Dasan Anyar Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Lulusan Fakultas Peterakan Universitas Mataram tahun 2006, tidak membuatnya untuk mencari pekerjaan di kota, tapi memilih kembali ke desa dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah di perolehnya untuk masyarakat didesa. Anak pertama dari Bapak Muchtar H.Ibrahim Alm, dan Ibu Salamah, mendedikasikan masa mudanya untuk masyarakat disekitarnnya. 
Sebagai salah satu tenaga pendamping program SP-3 Provinsi Nusa Tenggara Barat, tugasnya adalah untuk menggali dan mengembangkan potensi desa  tempat ia bertugas. Desa Dasan Anyar Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat adalah desa yang baru dimekarkan dari desa induk yaitu desa Goa sehingga banyak hal yang harus dibenahi salah satnya adalah dibidang pendidikan, banyak masyarakat yang masih  belum memiliki kesempatan untuk mengeyam pendidikan. Oleh karena itu melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bukit Lempayan bersama pemerintah desa dan pemuda desa menyelenggrakan pendidikan keasaraan dan pendidikan anak usia dini bagi masyarakat desa.
Program Keasaraan Peket B setara SMP yang dilaksanakan sejak awal program SP-3 diikuti oleh 40 warga belajar melalui PKBM Bukit Lempayan dan pada akhir masa kotrak SP-3 telah melaksanakan ujian nasional kesetaraan yang diikuti oleh 19 orang warga belajar. Selain itu kegiatan belajar Paket B setara SMP juga  diberikan keterampilan untuk belajar berwira usaha. Peserta pelatihan wirasuaha ditekankan pada  potensi yang dimiliki masing-masing  peserta dan lokasinya diantaranya :
1)       Usaha pembuatan sandal spon dan pandan, yang dikelola oleh warga belajar dan pengelola PKBM.
2)       Usaha kios keperluan sehari-hari
3)       Usaha pengelolaan tambak ikan bandeng dan udang
4)       Usaha cetak  foto digital bagi pemuda








(Gambar atas : kiri usaha pembuatan sandal spon dan pandan; tengah : pelatihan kewirausahaan paket; kanan : usaha foto digital. Bawah kiri : usaha kios; kanan usaha tambak udang dan bandeng)
            Kerja keras dan keihlasan yang menjadi modal utama dalam bekerja menjadikan usaha dalam pengembangan kegiatan PKBM Bukit Lempayan membuahkan hasil yang manis diakhir mas kontrak SP-3nya karena sekretariat PKBM Bukit Lempayan dan lokasi belajar yang hanya meminjam dari masyarakat akkhirnya bisa berdiri sendiri dan memiliki gedung belajar yang permanen melalui dukungan masyarakat pada program PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2009 yaitu dibangunya gedung belajar senilai Rp 175.000.000.
 



Gambar kiri : ruang belajar program paket B setara SMP; tengah : ruang bermain PAUD: Kanan : Gedung Sekretariat dan Belajar PKBM Bukit Lempayan
            Selain di bidang bidang pendidikan yang menjadi perhatiannya, Pemuda yang bisa disapa Sri dan saat ini sedang menjali kuliah S-2 di Universitas Mataram Program Manajemen Pemasaran, juga mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan ilmu yang telah di peroleh di bangku kuliah yaitu peternakan. Berawal dari kepeduliannya terhadap potensi local khusnya limbah peternakan  yang menjadi masalah kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, maka usaha pemanfaatan limbah peternakan dimanfaatkan menjadi pupuk organic. Pada awal kegiatan yang dilakukan hanya segelintir orang yang mau bergabung untuk berusaha membuat pupuk organic. Usaha pemngolahan limbah peternakan tersebut membuahkan hasil saat ini pupuk organic yang diproduksi oleh kelompoknya telah banyak digunakan oleh masayarakat dan mendukung program pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk menghasilkan produk pertanian organic. Dukungan pemerintah dapat dilihat dengan diperolehnya bantuan peralatan pengolahan pupuk organic (APPO) melalui APBD tahun 2009.  Pupuk yang dihasilkan telah digunakan berbagai jenis tanaman dianataranya sayuran, padi, lidah buaya dan jagung yang disebarkan hampir di seluruh Kabupaten Sumbawa Barat.





Gambar kiri : pengolahan pupuk organic; kanan : alat pengolahan pupuk organic
           Pada tahun 2009 melalui program Sentral Kewirausahaan Pemuda lembaga SKP Taruna Dewa Dara memperoleh blok grand Sentar Pemberdayaan Pemuda (SPP) untuk pengembangan kegiatan dan pelatihan dibidang peternakan yang terdiri dari pembuatan kandang kolektif dan pengolahan pakan ternak. Dengan modal yang ada usaha peternakan sapi bali secara intensif yang hanya untuk pengemukan sapi pada satu kelompok peternak, saat ini telah berkembang menjadi 2 kelompok peternak yang menekuni usaha pembibitan dan pengemukan sapi dengan anggota kelompok sebanyak 15 orang pemuda.



Gambar kiri : pelatihan tata laksana pakan dan pemeliharaan sapi bali di kelompok peternak Neng Le Laki Desa Batu Putih Kec.Taliwang melalui Blok Grand SPP Tahun 2009 .
           Saat ini , setelah purna dari program SP-3 kegiatannya tetap terfokus pada pengembangan usaha yang telah dirintis dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat melalui kelompok usaha pengemukan sapi dan pembibitan sapi bali serta usaha pupuk organic. Perkembangan usaha pengemukan sapi bali mendapkan dukungan melalui program Sarjana Membangun Desa Dirjen Peternakan Republik  Indonesia pada tahun 2009 yaitu dengan dukungan modal usaha sebesar Rp. 300.000.000,- untuk di pergunakan sebagai modal usaha dan peningkatan infrastruktur kelompok.
           Perkembangan kelompok dan anggota yang ikut dalam usaha dari satu kelompok dengan 7 orang anggota berkembang menjadi 2 kelompok usaha pengemukan sapi dengan jumlah anggota 15 orang yang difokuskan pada pemuda yang belum memilki pekerjaan  dengan jumlah pupulasi awal sebnaay 52 ekor dan telah berkembang menjadi 68 ekor dalam waktu 10 bulan ini.
 





Gamabar kiri : bersama peternak pengemukan sapi bali; kanan : kandang kolektif pembibitan sapi bali

           Dalam pelaksnaan kegiatan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna juga di upayakan agar terjadi peningkatan pengetahuan dari anggota kolompok yang dibina. Tidak lupa juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik pemerintah dan pihak swasta sehingga di peroleh sinergi dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan yang dilakukannya.
           Melalui seleksi hasil kegiatan Program SP-3 secara nasional, maka pada tahun 2008, Sri Astuti, S.Pt., mewakili NTB untuk memaparkan kegiatan yang telah dan sedang dilakukannya bersama masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah terus mendukung setiap langkah pemberdayaan yang dilakukannya membuahkan hasil sebagia Juara Nasional SP-3 Berprestasi Tahun 2008, penyerahan piagam penghargaan dilakukan lengsung oleh Menteri Pemuda dan Olaharag dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda Tahun 2008.
           Sebagai motivator kegiatan pemuda, maka pada tanggal 1 Desember 2008, bersama Menppora Dr. Adhyakasa Dault, M.Si dan SP-3 se DKI, hadir dan sebagai pembicara  dalam siaran langsung Kemenengpora Mengaji di Stasiun TVRI Jakarta.
 









Gambar Bersama Menpora , Asdep kewirausahaan pemuda  dan rekan –rekan SP-3 DKI

Perhatian yang besar diberikaan dan dirasan saat Menpora melalui Deputi Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga  dan Asdep Kewirausahaan Pemuda memberikan bantuan pengobatan dan pengadaan alat bantu penopang tubuh agar mempu lebih baik lagi. Selain itu pada bulan Mei 2010, melalui Program The China Asean Youth Camp 2009, Sri Astuti, S.Pt dan beberapa rekan pemuda Indonesia berprestasi lainnya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan pemuda di negeri Cina.
 











Gambar Foto bersama seluruh delegasi pemuda dalam kegiatan China-ASEAN Youth Camp 2009, di Gungxi – Cina.

Hasil kerja keras dan keihlasan yang hanya mengharap Ridho Allah SWT, membawanya untuk terus berkerja keras dalam pemberdayaan masyarakat yang termarjinalir, memilh melepas kontrak kerja disalah satu dinas di Kabupaten Sumbawa Barat, membawanya dan kelompok-kelompok binaanya terus berinovasi dalam mengembangkan potensi local yang ada. Hal ini terbuukti dengan diraihnya modal pengembangan usaha kelompok peternakan sapi bali secara intensif melalui program Dirjen Peternakan Republik Indonesia tahun 2009, menghantarkannya menjadi salah seorang SP-3 yang memiliki usaha mandiri dan mampu mengajak berkerja beberapa pemuda disekitarnya.

 
  • Media Penyuluhan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes